KUNDUR, Realitasnews.com - Pohon bakau (Rhizophora) merupakan tanaman yang banyak tumbuh di kawasan pantai di berbagai daerah di Indonesia. Tanaman yang memiliki akar tunggang dan kayu besar tidak hanya bermanfaat untuk menahan abrasi air laut, namun kayunya yang kuat juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, kayu bakar maupun arang. Kini, kulit bakau yang sebelumnya tidak dimanfaatkan, kini miliki nilai ekonomis yang tinggi.
"Ini perdana, ekspor kulit bakau ini berpotensi, kalau bisa malah diolah dulu," jelas Ali Jamil, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) saat lepas ekspor perdana kulit bakau sebanyak 20 ton ke Filipina di Pulau Kundur, Karimun, Kepri, Selasa (21/5/2019).
Kulit bakau tersebut menghasilkan tanin yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan penyamak. Selain menghasilkan tanin, kulit kayu pohon bakau pun dapat dijadikan bahan pembuat kertas berkualitas tinggi. Bahkan beberapa sumber menyebutkan bahwa kulit kayu bakau juga bermanfaat bagi kesehatan.
"Ini sampah, tapi setelah menjadi komoditas ekspor kini jadi berkah buat semua," tuturnya.
Sejalan dengan kebijakan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk menggiatkan ekspor pertanian guna menjaga pertumbuhan ekonomi bangsa, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama kelompok petani, Barantan terus mengerakkan program Agro Gemilang diseluruh unit kerja termasuk Karantina Pertanian Tanjung Balai Karimun. Upaya menggerakkan kembali bisnis perekonomian rakyat dari bidang pertanian, terutama calon eksportir kreatif generasi millenial terus didorong.
Menurut Priyadi, selain bertugas melakukan perlindungan dan pengawasan terhadap lalulintas komoditas pertanian yang berpotensi membawa hama penyakit, terutama karena wilayahnya langsung berbatasan dengan Malaysia dan Singapura, juga berperan dalam mendorong ekspor dibidang pertanian terutama terhadap jaminan kesehatan komoditas yang akan diekspor.
“Tidak mudah, karena wilayah yang diawasi di Karimun sendiri punya luas 7.984 km2 yang terdiri dari wilayah daratan 1.524 km2 dan wilayah perairan 6.460 km2, “tambahnya.
Bupati Karimun, Aunur Rafiq, mengatakan upaya yang dilakukan oleh Kementan tersebut harus didukung bersama. Ia meminta agar seluruh SKPD atau Satuan Kerja Perangkat Daerah yang berada diwilayah dapat mensupport dan terutama para calon eksportir menurutnya harus dapat kreatif melihat potensi yang ada.
Ia berjanji akan terus mendorong para eksportir agar dapat mengembangkan berbagai produk ekspor asli Tanjung Balai Karimun. Ia meminta, meski potensi pertanian di daerahnya tidak sebanyak di tempat lain, karena kondisi tanah yang ada, namun sekecil apapun peluang yang ada harus dapat diambil. Potensi seperti nanas, pisang dan rumput laut hendaknya dapat ditingkatkan secara bertahap.
Jamil berharap, upaya yang ia lakukan dari pusat mendapatkan dukungan dari daerah. Ia juga menyampaikan bahwa, Barantan juga menfasilitasi Pemerintah Daerah agar dapat melihat berbagai potensi komoditas ekspor di wilayah setempat melalui aplikasi I-MACE atau Indonesian Map of Agricultural Commodities Exports.
(Ril /Jup)
Posting Komentar
Facebook Disqus